Hero Ramah
Bimtek Guru SMK Sales Naik Kelas Mendukung Gerakan 1000 Siswa untuk Transformasi Pendidikan Vokasi Indonesia
Berita

Bimtek Guru SMK Sales Naik Kelas Mendukung Gerakan 1000 Siswa untuk Transformasi Pendidikan Vokasi Indonesia

Oleh: Tim Publikasi
477x dilihat
Bimtek Guru SMK Sales Naik Kelas Mendukung Gerakan 1000 Siswa untuk Transformasi Pendidikan Vokasi Indonesia

Direktorat SMK - Buktikan Perubahan Paradigma Karier dan Perkuat Link and Match Vokasi dengan Industri Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui Program Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program ini menunjukkan dampak nyata dalam membangun kompetensi, karakter, serta kesiapan kerja peserta didik SMK bidang pemasaran.


Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru SMK Bidang Pemasaran telah berlangsung di Bekasi, Jawa Barat, pada 4 s.d. 5 Juni 2026. Kegiatan diikuti lebih dari 100 guru dari 30 provinsi sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidik dalam mendampingi peserta didik mengikuti program selama tiga tahun pembelajaran.




Program Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas merupakan inisiatif Direktorat SMK yang dikembangkan bersama mitra industri untuk menjawab kebutuhan dunia kerja akan tenaga pemasaran yang kompeten, profesional, dan memiliki karakter unggul. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.


Ketua Tim Kerja Pembinaan dan Pengembangan SDM Vokasi Direktorat SMK, Sulistio Mukti Cahyono, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memerlukan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan pola pikir dan karakter kerja.

“Kolaborasi antara sekolah dan industri menjadi fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. Program ini menunjukkan bahwa ketika siswa mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual dan berbasis industri, mereka mampu membangun kompetensi sekaligus kepercayaan diri terhadap pilihan kariernya,” ujarnya.


Berdasarkan hasil evaluasi tahun pertama yang melibatkan 2.153 siswa dari berbagai daerah di Indonesia, program ini berhasil mendorong perubahan persepsi peserta didik terhadap profesi sales. Sebanyak 69 persen peserta program memandang profesi sales sebagai karier yang menjanjikan, lebih tinggi dibandingkan kelompok non-peserta yang mencapai 43 persen. Selain itu, minat siswa untuk berkarier di bidang sales meningkat secara signifikan, sementara resistensi terhadap profesi tersebut mengalami penurunan.




Temuan lainnya menunjukkan bahwa 70 persen peserta program memiliki orientasi untuk langsung bekerja atau berwirausaha setelah lulus, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok non-peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta didik memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peluang karier serta kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Tidak hanya berdampak pada aspek karier, program ini juga berkontribusi pada penguatan karakter peserta didik. Tingkat optimisme terhadap masa depan, ketahanan menghadapi tantangan, serta komitmen untuk menyelesaikan pendidikan di SMK menunjukkan peningkatan yang positif. Kondisi tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga tangguh dan adaptif terhadap perubahan.


Ketua Bidang Kemitraan SMK, Tri Haryani, mengapresiasi dukungan berbagai mitra industri yang terus memperkuat pelaksanaan program.

“Kemitraan yang dibangun dalam program ini merupakan bentuk nyata implementasi link and match antara pendidikan vokasi dan industri. Kehadiran industri tidak hanya sebagai pengguna lulusan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam proses pembelajaran,” katanya.


Sejak diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2025, Program Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas dirancang untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK bidang pemasaran melalui pembelajaran berbasis industri, pendampingan praktisi, dan penguatan pengalaman kerja nyata. Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat generasi muda terhadap profesi pemasaran yang selama ini masih menghadapi berbagai stigma di masyarakat.

Memasuki tahun kedua, dukungan industri terhadap program semakin luas. Selain Yamaha Indonesia dan Kawan Lama Group yang telah berkolaborasi sejak awal pelaksanaan program, PT Fajar Lestari Sejati (Dekkson Group) dan PT Deli Group Indonesia turut bergabung sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi siswa dan guru.


Sebagai bagian dari rangkaian Bimtek, para guru juga mengikuti kunjungan industri ke Yamaha Indonesia dan Kawan Lama Group untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya kerja, proses bisnis, dan kebutuhan kompetensi yang berkembang di dunia industri. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran di sekolah sehingga semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.


Direktorat SMK meyakini bahwa penguatan kompetensi pemasaran melalui Program Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas dapat menjadi salah satu praktik baik dalam transformasi pendidikan vokasi Indonesia. Dengan dukungan pemerintah, sekolah, asosiasi profesi, dan dunia industri, program ini diharapkan mampu melahirkan lulusan SMK yang kompeten, berkarakter, siap kerja, siap berwirausaha, serta mampu menjadi talenta unggul yang berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.



Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus,

dan Pendidikan Layanan Khusus

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 

Laman: https://smk.dikdasmen.go.id

X: https://x.com/direktoratsmk

Instagram: instagram.com/direktoratsmk

Facebook: facebook.com/direktoratsmk

YouTube: Direktorat SMK - Kemdikdasmen

Layanan informasi resmi Direktorat SMK: 08118649444


#SMKBisaSMKHebat

#SMKBermutuUntukIndonesia

#PendidikanBermutuUntukSemua

#KemendikdasmenRAMAH



Bagikan artikel ini