Tangerang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 Tahap 2 yang dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Abdul Mu’ti pada Selasa, 19/05/2026. Kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam membekali murid lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan “paspor global” menuju dunia kerja yang semakin kompetitif dan berdaya saing tinggi. Program bantuan sertifikasi bahasa asing ini selaras dengan penjabaran dari visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan implementasi dari kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti berkesempatan hadir dan membuka acara, beliau menegaskan bahwa pendidikan di SMK merupakan pilihan masa depan yang strategis serta menyampaikan bahwa murid belajar di SMK sebagai pilihan masa depan yang berkontribusi dalam membangun kemajuan bagi para murid dan kemajuan bangsa dan negara. Beliau menekankan komitmen Kementerian yang sejalan dengan arahan Presiden, yakni menyiapkan lulusan SMK agar memiliki kompetensi global sehingga siap terserap, tidak hanya di pasar kerja dalamnegeri, tetapi juga di dunia kerja luar negeri.

Lebih jauh, Abdul Mu’ti meyakini bahwa lulusan SMK yang terserap di pasar kerja internasional akan memiliki peran yang jauh lebih besar. Mereka diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi tenaga kerja, melainkan mampu bertransformasi menjadi agen-agen penggerak strategis di berbagai sektor ekonomi global yang membawa nama baik Indonesia. Melalui langkah ini, pemerintah tengah menghasilkan generasi SMK yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi.
Melalui inisiatif yang dilakukan, pemerintah berkomitmen untuk memberikan pengakuan kompetensi bahasa asing berstandar internasional kepada murid SMK. Hal ini diharapkan menjadi modal strategis bagi para murid untuk bersaing di kancah global. Kompetensi bahasa asing tersebut diharapkan mendukung murid SMK untuk memasuki pasar kerja global, mengikuti program magang luar negeri, maupun melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pelaksanaan program bantuan sertifikasi bahasa ini terbagi ke dalam dua skema utama yaitu Bahasa Asing-Non Bahasa Inggris dan Bahasa Inggris.
Skema Pertama, Bahasa Asing Non Bahasa Inggris yang meliputi sertifikasi Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Hingaa saat ini Sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris memberikan akses kepada lebih dari 120 SMK dengan sasaran lebih dari 13.000 murid dari berbagai provinsi di Indonesia. Skema Kedua (Bahasa Inggris), pemerintah juga memfasilitasi Sertifikasi Bahasa Inggris melalui Test of English for International Communication (TOEIC). Sertifikasi Bahasa Inggris menargetkan sekitar 170.000 murid dari lebih dari 800 SMK di seluruh Indonesia. Perluasan ini bukan sekadar penambahan kuota, melainkan perluasan harapan bagi anak bangsa untuk bersaing di kancah internasional.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, dalam laporannya berkesempatan menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi hanya melihat ijazah, melainkan juga kompetensi dan kemampuan berkomunikasi secara global. Bahasa telah menjadi jembatan masa depan, dan lulusan SMK harus percaya diri untuk bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga internasional.
“Pemerintah terus berupaya memastikan lulusan SMK tidak hanya siap menerima ijazah, tetapi benar-benar siap menghadapi dunia kerja global yang semakin kompetitif.” ungkap Tatang
.jpg)
Untuk mendukung target tersebut, Bimbingan Teknis Tahap 2 ini diselenggarakan sebagai ruang menyatukan visi bagi kepala SMK penerima bantuan agar pelaksanaan program berjalan profesional, transparan, dan tepat sasaran, tantangan kerja di tingkat global menuntut pula kesiapan yang matang. Menjawab hal tersebut, pemerintah berfokus menyiapkan lulusan SMK dengan paket keahlian yang utuh. Artinya, para lulusan tidak hanya dibekali dengan keahlian spesifik sesuai bidang kerjanya, tetapi juga diperkuat dengan keterampilan bahasa asing dan soft skill. Kombinasi kemampuan inilah yang menjadi kunci utama agar talenta vokasi kita mampu beradaptasi, bertahan, dan unggul di mana pun mereka ditempatkan di luar negeri.
Di akhir kesempatan Abdul Mu'ti menyampaikan dengan tegas “Dengan bahasa dan dengan pembekalan ini, kita siapkanlah lulusan SMK itu menjadi generasi yang percaya diri, generasi yang siap untuk mengakses dunia dengan kemampuan Bahasa dan dengan skill yang mereka miliki tidak sekedar mereka menjadi pencari kerja tapi juga mereka yang membawa misi Indonesia ke kancah dunia itulah yang dimaksud pak Presiden dengan membuka kesempatan kerja ke luar negeri." pungkas Abdul Mu’ti.
.jpg)
Pembekalan sertifikasi bahasa asing ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar program sertifikasi, melainkan lompatan besar bagi masa depan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menghadirkan lulusan SMK yang terampil, berdaya saing global, dan siap menjadi bagian penting dalam kemajuan bangsa.
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus,
dan Pendidikan Layanan Khusus
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: https://smk.dikdasmen.go.id
X: https://x.com/direktoratsmk
Instagram: instagram.com/direktoratsmk
Facebook: facebook.com/direktoratsmk
YouTube: Direktorat SMK - Kemdikdasmen
Layanan informasi resmi Direktorat SMK: 08118649444
#SMKBisaSMKHebat
#SMKBermutuUntukIndonesia
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRAMAH