Hero Ramah
Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK Jembatan Lulusan SMK Siap ke Dunia Kerja Global
Berita

Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK Jembatan Lulusan SMK Siap ke Dunia Kerja Global

Oleh: Elva Lestari
1,392x dilihat
Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK Jembatan Lulusan SMK Siap ke Dunia Kerja Global

Jakarta – Kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri setiap tahun mengalami peningkatan yang tajam. Hal ini membuat negara luar mencari ketersediaan tenaga kerja yang kompeten untuk mengisi industri masing-masing. 


Dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun terus memperkuat peran pendidikan vokasi utamanya SMK dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK. 


Program ini dirancang dengan komposisi tiga tahun pembelajaran sesuai dengan kurikulum nasional dan ditambah satu tahun untuk mematangkan kompetensi keahlian para murid SMK, bahasa asing, serta budaya kerja dari negara tujuan. 


Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa banyak negara maju mengalami kekurangan pekerja dalam skala besar utamanya pada sektor caregiver, manufaktur, dan perhotelan. Ini membuka peluang karena Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menargetkan tahun 2026 untuk menempatkan 500 ribu tenaga kerja di luar negeri yang fokusnya ke lulusan pendidikan menengah. 



Menurut Dirjen Tatang, selama ini masalah yang terjadi bukan bertumpu pada masalah teknik karena banyak SDM dalam negeri lulusan SMK yang mampu tetapi terhalang dengan adaptasi budaya dan biaya persiapan yang tidak sedikit. Di sinilah negara hadir melalui Keputusan Menteri Nomor 64 Tahun 2026 tentang Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri di SMK. 


“Program ini menambah masa belajar satu tahun untuk membekali murid secara utuh, mulai dari bahasa asing dan budaya kerja yang disiapkan untuk mencapai standar negara tujuan,” ucap Dirjen Tatang dalam Webinar Sosialisasi Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK yang dilaksanakan pada Kamis (26-03-2026).


Selain untuk membekali kemampuan bahasa asing dan budaya kerja negara tujuan, melalui program ini pemerintah berusaha menekan biaya yang harus dikeluarkan para murid untuk berangkat kerja ke luar negeri. Terakhir, program ini juga menargetkan untuk tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga menyiapkan tenaga profesional yang mampu membawa nama baik Indonesia. 


“Di sisi lain kita menghadapi distrupsi teknologi dan model ekonomi baru. program ini tidak hanya menyiapkan siswa untuk berangkat, tapi juga menyiapkan siswa untuk terus berkembang. Pendidikan vokasi utamanya SMK harus menjadi jembatan yang kokoh, mengantarkan anak-anak kita menuju masa depan yang lebih cerah. Bukan hanya mencari kerja, tapi menjemput peluang dunia,” terang Dirjen Tatang. 



Pada kesempatan ini, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menuturkan bahwa terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi program ini hadir antara lain persaingan kerja domestik yang semakin ketat dan beban biaya persiapan. Selain itu, program ini juga bagian dari strategi peningkatan SMK Pusat Keunggulan untuk meningkatkan targetnya, yakni tidak hanya pasar kerja lokal, tetapi juga global. SMK harus menguatkan sistem pembelajarannya masing-masing untuk memastikan lulusannya tidak hanya bekerja di dalam negeri.


“Persaingan mencari pekerjaan di lapangan kini semakin ketat di mana lulusan S-1 bersaing dengan lulusan SMK yang seharusnya itu bisa dikerjakan oleh lulusan SMK. Tentu ini berpengaruh sehingga kita harus cari cara supaya lulusan SMK menjadi sebuah energi baru,” ucap Arie Wibowo.


Direktur Arie juga menekankan bahwa SMK tidak bisa berjalan sendiri dan harus kolaborasi baik dengan industri, lembaga pemerintah, dan mitra lainnya. Pada akhirnya tujuan dari program ini adalah memberikan dampak signifikan untuk masa depan Indonesia di masa yang akan datang. 


“Ini langkah kecil kita untuk generasi SMK ke depan supaya lebih memiliki daya serap global. Ini juga menjadi lompatan untuk SMK dan juga akses strategis bagi negara untuk bisa bertukar. SMK tidak hanya mencetak lulusan kerja tapi bisa menyiapkan masa depan Indonesia di panggung dunia,” ujar Arie Wibowo. 



Selain itu, Ketua Tim Penilaian Direktorat SMK, Yoga Yulianto, menyampaikan bahwa terdapat lima prinsip yang menjadi fondasi pelaksanaan program ini yakni harus relevan dengan dunia usaha dan dunia industri, pengembangan berkelanjutan, pembelajaran berbasis pengalaman, pembelajaran mendalam, dan partisipasi semesta. 


“Murid yang ingin bergabung dalam kelas ini secara persyaratan harus selesai pembelajaran 3 tahun awal. Selain itu, sekolah juga harus koordinasi dengan dinas pendidikan dan orang tua/wali murid,” ucap Yogi.


Murid yang dinyatakan lulus berhak memperoleh ijazah pendidikan SMK, sertifikat kompetensi, dan rekomendasi SMK pelaksana untuk kerja di luar negeri di negara tujuan. Pemantauan dilakukan dengan lima aspek seperti penelusuran lulusan, pelaksanaan kemitraan, pelaksanaan kurikulum pembelajaran dan asesmen, perencanaan program, dan pembiayaan program. 

Dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk melancarkan pelaksanaan program ini. Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK bukan sekadar model pembelajaran, melainkan sebuah strategi nyata dalam menyiapkan generasi muda Indonesia untuk menembus batas dan meraih peluang di dunia kerja global.

Rentang waktu pengusulan proposal calon SMK pelaksana dimulai 26 Maret—15 April. Kemudian pada rentang 16–20 April 2026 seleksi calon SMK pelaksana, dan di tanggal 21-24 April penetapan dan pengumuman SMK pelaksana.


Sumber: Website Ditjen Vokasi PKPLK 


Bagikan artikel ini