Hero Ramah
Wamendikdasmen Fajar Presiden Prabowo Ingatkan Budaya Menulis Tangan di Tengah Digitalisasi
Berita

Wamendikdasmen Fajar Presiden Prabowo Ingatkan Budaya Menulis Tangan di Tengah Digitalisasi

Oleh: Elva Lestari
153x dilihat
Wamendikdasmen Fajar Presiden Prabowo Ingatkan Budaya Menulis Tangan di Tengah Digitalisasi

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya menjaga budaya menulis tangan di tengah masifnya digitalisasi pembelajaran. Hal ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memastikan kemampuan dasar literasi peserta didik tetap terjaga.


Fajar menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi seperti Papan Interaktif Digital (PID) harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan dasar membaca, menulis, berpikir, dan berkonsentrasi. Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup Bimbingan Teknis Pemanfaatan Sarana Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SMK Tahun 2026 Region Malang di Jawa Timur, Jumat (19/6).

Menjaga Kognitif di Era Digital

Menurut Fajar, pemerintah berkomitmen mendukung budaya menulis manual dengan mendistribusikan buku tulis kepada peserta didik mulai tahun ini. Ia menekankan bahwa aktivitas menulis dengan pensil atau pulpen memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan otak.


"Digitalisasi sangat penting, tetapi anak-anak kita juga harus tetap dibiasakan menulis manual. Menulis tangan membantu memori lebih dalam, melatih konsentrasi, dan mengaktifkan proses berpikir," ungkap Fajar.


Ia menambahkan, berdasarkan kajian neurosains, aktivitas menulis tangan memberikan stimulasi yang memperkuat koneksi saraf otak, perhatian, serta kemampuan memahami informasi secara mendalam. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo agar teknologi tidak menghilangkan praktik belajar yang mendukung perkembangan kognitif anak.


Fokus pada Kesehatan Mental

Selain aspek kognitif, Wamendikdasmen menyoroti tantangan kesehatan mental generasi saat ini, seperti hilangnya fokus dan meningkatnya kecemasan akibat penggunaan gawai yang tidak seimbang. Merujuk pada pemikiran Jonathan Haidt dalam buku The Anxious Generation, Fajar menegaskan bahwa pendidikan harus dijalankan secara holistik.


"Kesehatan mental menjadi perhatian kami. Pembelajaran mendalam hanya akan berhasil jika pendidikan dijalankan secara holistik. Dalam batas tertentu, setiap guru adalah konselor bagi peserta didik," jelasnya.

Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu'ti kini tengah memperkuat peran guru Bimbingan Konseling (BK) serta mendorong setiap guru untuk memiliki kepekaan sebagai pendamping tumbuh kembang siswa.


Guru sebagai Penggerak Transformasi

Fajar berharap 150 guru SMK peserta bimtek di Malang dapat menjadi motor penggerak di sekolah masing-masing. Ia meminta agar teknologi PID digunakan secara optimal dalam koridor pedagogis untuk memperkaya pengalaman belajar murid.

"Digitalisasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah manusia Indonesia yang mampu berpikir, berkarakter, sehat secara mental, dan siap menjadi pembelajar sepanjang hayat," pungkas Fajar. 


Sumber: Media Indonesia

Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 

Laman: https://smk.dikdasmen.go.id

X: https://x.com/direktoratsmk

Instagram: instagram.com/direktoratsmk

Facebook: facebook.com/direktoratsmk

YouTube: Direktorat SMK - Kemdikdasmen

Layanan informasi resmi Direktorat SMK: 08118649444


#SMKBisaSMKHebat

#SMKBermutuUntukIndonesia

#PendidikanBermutuUntukSemua

#KemendikdasmenRAMAH




Bagikan artikel ini