Hero Ramah
Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial

Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial

Tim Publikasi
04 April 2026
Tahun: 2026

1 Deskripsi

Transformasi pendidikan vokasi saat ini memasuki fase baru. Dunia kerja berubah cepat, teknologi berkembang eksponensial, dan kebutuhan kompetensi tidak lagi sekadar teknis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan berbasis teknologi. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

Program ini menempatkan SMK bukan hanya sebagai penyedia lulusan siap kerja, tetapi sebagai pusat pembelajaran yang bermakna, relevan, dan berorientasi masa depan. Pembelajaran tidak lagi berfokus pada hafalan atau rutinitas praktik, melainkan pada pemahaman mendalam (deep learning) di mana siswa mampu mengaitkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam konteks nyata.

Sebagai sekolah model, terdapat beberapa peran kunci yang perlu Bapak/Ibu jalankan:

Pertama, mengimplementasikan pembelajaran mendalam.
Pastikan proses belajar menghadirkan pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Siswa tidak hanya “mengerjakan”, tetapi memahami “mengapa” dan “bagaimana” sesuatu dilakukan.

Kedua, mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial.
Ini bukan sekadar menambah mata pelajaran baru, tetapi mengubah cara berpikir siswa—dari pengguna teknologi menjadi pencipta solusi berbasis teknologi. Integrasi dapat dilakukan lintas mata pelajaran dan proyek berbasis industri.

Ketiga, mengembangkan praktik baik dan inovasi.
Sekolah model harus menjadi ruang eksperimen yang terarah. Setiap inovasi pembelajaran perlu didokumentasikan, dievaluasi, dan disempurnakan.

Keempat, mendiseminasikan praktik baik.
Peran sekolah model tidak berhenti di internal. Bapak/Ibu diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah lain di wilayah masing-masing, sehingga transformasi terjadi secara kolektif.

Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kepemimpinan sekolah. Kepala SMK memiliki peran strategis dalam:

1. Membangun budaya belajar yang positif dan adaptif,

  1. 2. Menggerakkan guru sebagai agen perubahan,
  2. 3. Menguatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI),
    4. Serta memastikan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan profesional sebagai fondasi karakter kerja.


Perlu dipahami bahwa program ini bukan tambahan beban, melainkan arah baru penguatan mutu SMK. Dengan pendekatan yang tepat, program ini justru akan memperkuat Teaching Factory, Project Based Learning, serta link and match dengan industri yang selama ini telah berjalan.

2 Pratinjau

Sampul Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial

1775306360_perdirjen sekolah model.pdf

PDF

Dilihat 273 kali
Penulis Tim Publikasi

Cari Produk Hukum Lainnya?

Temukan berbagai produk hukum lainnya di direktori kami.

Kembali ke Koleksi