Peluncuran MyEdotel dan Mexpo oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai beserta Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Arie Wibowo Khurniawan dalam gelaran Expo dan Expose SMK Hebat Jawa Timur, yang telah berlangsung pada bulan Februari, tepatnya pada tanggal 12 s.d. 14 Februari 2026 di Grand City Convex Surabaya.
Acara ini memamerkan inovasi dari 269 SMK dan menampilkan 10 bidang keahlian. MyEdotel dan Mexpo merupakan dua aplikasi yang diluncurkan untuk memperkuat digitalisasi pendidikan kejuruan di Jawa Timur. Langkah Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur merilis kedua platform tersebut menuntaskan satu tantangan besar yaitu bagaimana menyambungkan fasilitas praktik siswa secara langsung dengan kebutuhan pasar nyata.
MyEdotel: Mendobrak Sekat Laboratorium ke Pasar Terbuka
Gagasan dengan menghadirkan MyEdotel bermula dari pemetaan potensi yang belum optimal. Banyak SMK di Jawa Timur, khususnya yang memiliki program keahlian perhotelan, sudah ditunjang fasilitas edotel (edukasi hotel) dengan standar pelayanan setara hotel bintang tiga. Namun aset berharga ini kerap hanya beberapa sekolah sebagai laboratorium simulasi internal dan belum dikelola untuk menyasar tamu umum.
Melalui MyEdotel, tantangan tersebut akhirnya terjawab. Aplikasi ini menyatukan berbagai edotel SMK ke dalam satu ekosistem reservasi daring. Masyarakat luas kini bisa mencari kamar, melakukan pemesanan, hingga melunasi pembayaran dengan kepraktisan yang sama seperti menggunakan aplikasi komersial pada umumnya.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa nilai utama aplikasi ini terletak pada pembentukan mental siswa. Ketika fasilitas sekolah dibuka penuh untuk publik, para siswa langsung berhadapan dengan tamu riil. Praktik nyata ini mengasah profesionalisme layanan mereka agar benar-benar terkalibrasi dengan standar ketat industri perhotelan dengan kontrol kualitas tetap diutamakan. Pada fase awal ini, Dindik Jatim baru mengintegrasikan 10 SMK pelopor seperti SMKN 1 Buduran, SMKN 3 Malang, hingga SMKN 1 Panji Situbondo. Syarat mutlaknya jika sekolah yang akan bergabung harus sudah memiliki tata kelola yang siap melayani tamu dari luar sekolah.
Mexpo: Jawaban atas Keruwetan Administrasi Acara
Jika MyEdotel menyasar sektor pariwisata, platform Mexpo hadir untuk merapikan manajemen kegiatan. Penyelenggaraan Expo dan Expose SMK Hebat Jatim yang sukses menyedot lebih dari 5.000 pengunjung menjadi contoh betapa krusialnya sistem tata kelola acara yang mutakhir.
Mexpo dirancang untuk menjawab kerepotan panitia sekolah atau institusi saat menggelar hajatan berskala besar. Melalui satu dasbor terintegrasi, penyelenggara bisa meninggalkan cara-cara manual. Proses registrasi peserta, pencatatan di buku tamu digital, hingga penarikan laporan data secara real-time dapat dikontrol penuh dari balik layar. Inovasi ini memastikan setiap acara pendidikan berjalan lebih rapi, modern, dan efisien.
Muara Ekosistem Vokasi
Lahirnya MyEdotel dan Mexpo yang diresmikan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama perwakilan Kemendikdasmen ini mempertegas arah baru sekolah kejuruan di Jawa Timur. Pendidikan vokasi tidak lagi berjalan sendiri di ruang hampa.
Dengan menyinergikan inovasi digital dan kesiapan unit produksi sekolah, SMK di Jawa Timur membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga matang karena ditempa langsung oleh ekosistem bisnis yang nyata.