Jakarta - Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan SMK yang siap kerja. Bersama Wadhwani Foundation Indonesia, Direktorat SMK menggelar webinar yang bertajuk "Transformasi Generasi SMK Bermutu: Mengubah Keterampilan Karakter Menjadi Peluang Kerja" pada Kamis (5/2/2026).
Acara ini mengangkat dinamika kebutuhan industri yang kian berkembang, di mana penguasaan keterampilan teknis (hard skill) saja tidak lagi mencukupi, melainkan harus diimbangi dengan karakter yang kuat dan soft skill yang mumpuni.
Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK, Adrianus Patiung, yang mewakili Direktur SMK Arie Wibowo Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ijazah saja tidak lagi cukup.

"Tantangan lulusan SMK saat ini tidak sederhana. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar ijazah. Ijazah harus dilengkapi dengan kompetensi teknis, namun yang pasti juga harus mempunyai karakter yang dibutuhkan industri seperti kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis," ujar Adrianus
Maka penguatan soft skill dan employability skills menjadi kunci agar keterampilan teknis yang dimiliki peserta didik dapat terkonversi menjadi peluang kerja yang nyata.
Solusi Konkret: Program "Job Ready" Gratis Berbasis AI
Menjawab tantangan tersebut, Wadhwani Foundation memperkenalkan solusi konkret melalui program "Job Ready" dalam Wadhwani Skilling Network (WSN). Program ini merupakan pelatihan soft skill komprehensif yang dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dan ekspektasi industri.
Country Director Wadhwani Foundation Indonesia, Herdian Muhammad, menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan sebuah gerakan kolektif.
"Dunia kerja bergerak jauh lebih cepat. Transformasi teknologi menuntut generasi yang adaptif dan komunikatif. Melalui kemitraan ini, kami mendorong adopsi program Job Ready berbasis AI di SMK seluruh Indonesia untuk memperkuat jembatan antara sekolah dan dunia kerja," ujar Herdian.
Program Job Ready yang disampaikan bahwa ditawarkan 100% gratis bagi sekolah dan siswa. Platform ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bernama "Genie AI" yang berfungsi sebagai tutor pribadi, pelatih wawancara, hingga pelatih pitching bagi siswa.

Kurikulum Hibrida dan Sertifikasi Industri
Irham Abdul Aziz dan Alya Salsabila dari Wadhwani Foundation memaparkan bahwa kurikulum Job Ready terdiri dari 11 modul utama dan 75 mikromodul dengan total durasi pembelajaran sekitar 79 jam. Metode pembelajarannya menggunakan model hybrid, menggabungkan pembelajaran mandiri melalui video yang interaktif dengan sesi kolaborasi di dalam kelas yang dipandu guru sebagai fasilitator.
"Guru tidak perlu repot membuat materi baru karena semua aktivitas dan panduan diskusi sudah tersedia lengkap di platform. Siswa yang lulus akan mendapatkan sertifikat penyelesaian dan Skill Scorecard yang dapat memperkuat CV mereka di mata rekruter," jelas Alya.


Testimoni: Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa
Tidak kalah penting dalam
pelaksanaan ini, selain penyampaian program dan juga demo aplikasi yang
digunakan, yaitu penyampaian testimoni dampak positif program yang telah
dirasakan langsung oleh SMK Wikrama Bogor yang menjadi salah satu sekolah percontohan.
Rina Finanti, guru SMK Wikrama, mengungkapkan bahwa aplikasi ini sangat
membantu guru karena materi yang terstruktur dan interaktif.

"Dampaknya sangat terasa pada kesiapan mental siswa. Percaya diri mereka meningkat dan kemampuan komunikasinya jadi jauh lebih bagus," ungkap Rina.
Senada dengan yang disampaikan gurunya yaitu bu Rina, Ikrima Syafira Zahra, siswi kelas 12 SMK Wikrama, mengaku merasa lebih siap menghadapi dunia kerja. "Dulu hal-hal kecil seperti etika bicara atau cara berpakaian sering terlewat. Lewat program ini, saya jadi lebih disiplin dan percaya diri untuk menghadapi masa depan," tutur Ikrima.

Dari kegiatan yang dilaksanakan diharapkan satuan pendidikan vokasi untuk dapat bergabung dan memanfaatkan fasilitas gratis dari WSN, agar menjadi Langkah mewujudkan lulusan SMK yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing di level global. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta satuan pendidikan, diharapkan visi untuk mencetak Generasi SMK yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing global dapat terwujud.
Informasi mengenai program dari, Yayasan Wahana Dharmawan Negeri dapat di akses melalui tautan https://wadhwanifoundation.org/id .
Tayangan ulang webinar yang bertajuk "Transformasi Generasi SMK Bermutu: Mengubah Keterampilan Karakter Menjadi Peluang Kerja dapat diakses melalui tautan https://www.youtube.com/@DirektoratSMKKemendikdasmen
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus,
dan Pendidikan Layanan Khusus
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: https://smk.dikdasmen.go.id
X: https://x.com/direktoratsmk
Instagram: instagram.com/direktoratsmk
Facebook: facebook.com/direktoratsmk
YouTube: Direktorat SMK - Kemdikdasmen
Layanan informasi resmi Direktorat SMK: 08118649444
#SMKBisaSMKHebat
#SMKBermutuUntukIndonesia
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah