Lombok Tengah – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Jonggat yang terletak di Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini menjadi perbincangan hangat dalam ekosistem kendaraan listrik nasional. Sekolah yang dahulu sempat dipandang sebelah mata karena keterbatasan fasilitas ini, kini berhasil membuktikan diri sebagai pelopor sekolah dengan bengkel konversi motor listrik yang tersertifikasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Perubahan status ini merupakan buah dari perjalanan panjang pembenahan manajemen, revitalisasi sarana, hingga kolaborasi strategis dengan industri besar seperti PT PLN (Persero) dan PT Astra Honda Motor.
Bangkit dari Keterbatasan
Kepala SMKN 1 Jonggat, Ruju Rahmad, menceritakan kondisi sekolah saat ia pertama kali bertugas pada Juli 2023. Kala itu, sekolah yang telah berdiri selama delapan tahun tersebut belum memiliki identitas yang kuat.
"Saat observasi awal, saya melihat lingkungan sekolah belum tertata rapi. Papan nama sekolah tidak ada, begitu pula pintu gerbang dan pagar sekolah. Kepercayaan diri guru dan tenaga kependidikan masih perlu dikuatkan," ujar Ruju mengenang masa awal kepemimpinannya. Berangkat dari kondisi tersebut, pihak sekolah menyusun peta jalan (road map) selama lima tahun ke depan. Langkah taktis dimulai dengan pembenahan fisik dan karakter. Melalui program "Sabtu Budaya", seluruh warga sekolah bergotong royong menata taman dan lingkungan belajar. Gudang yang rusak pun disulap menjadi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sederhana demi kenyamanan peserta didik. Upaya keras tersebut membuahkan hasil gemilang. SMKN 1 Jonggat yang sebelumnya berakreditasi C, berhasil meraih predikat Unggul (A) pada Desember 2025. Kepercayaan masyarakat pun pulih, terbukti dari lonjakan jumlah peserta didik dari 307 orang menjadi hampir 500 orang.
Inovasi "Betrik" dan Bengkel Berstandar Industri
Salah satu lompatan terbesar SMKN 1 Jonggat adalah keberaniannya mengambil peran dalam transisi energi nasional. Merespons program pemerintah terkait Net Zero Emission 2050, sekolah ini mengembangkan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dengan produk unggulan bernama Betrik (Bebek Elektrik).
"Kami ingin membangun jenama (branding) sekolah sekaligus mengenalkan teknologi masa depan kepada peserta didik," tegas Ruju.

Inisiatif ini disambut baik oleh PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membangun bengkel konversi yang memenuhi standar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 15 Tahun 2022. Bengkel ini tidak sekadar tempat praktik, melainkan laboratorium profesional sesuai dunia usaha dan dunia industri yang mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peserta didik diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, seperti sarung tangan isolasi tegangan tinggi, saat menangani baterai litium dan komponen kelistrikan. Bengkel juga dilengkapi peralatan canggih, seperti Insulation Tester (Megger) untuk menguji kebocoran arus dan bike lift hidraulis, guna memastikan kendaraan hasil konversi laik jalan.
Dampak Nyata bagi Masyarakat dan UMKM
Kehadiran SMKN 1 Jonggat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi lingkungan sekitar melalui program "Bakti SMK".
Sekolah ini bekerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) "Kopling" (Kopi Keliling Lombok) untuk memproduksi gerobak listrik. Selain itu, bekerja sama dengan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Puyung, peserta didik menciptakan inovasi alat pertanian berbasis Internet of Things (IoT) bernama Tempurung (Teknologi Pengusir Burung) untuk membantu petani saat masa panen.
"Kami juga aktif dalam program pengentasan stunting bersama Darma Wanita dan OSIS dengan memberikan makanan tambahan bagi balita di sekitar sekolah, serta membantu desain promosi warung kecil melalui jurusan Desain Komunikasi Visual," tambah Ruju.

Mencetak Lulusan Kompeten
Dengan kurikulum yang telah diselaraskan bersama industri dan lokasi strategis yang dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, lulusan SMKN 1 Jonggat memiliki daya saing tinggi. Alumni sekolah ini terbukti mampu terserap di dunia kerja maupun berwirausaha. Salah satu alumni, Nining Aningsih, kini sukses menjadi wirausahawan muda di bidang kuliner dan pemasaran digital dengan omzet jutaan rupiah per bulan.
Kisah transformasi SMKN 1 Jonggat menjadi bukti bahwa dengan visi yang kuat, kolaborasi industri, dan semangat inovasi, keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk melahirkan prestasi yang berdampak nasional.
Penulis: Elva Lestari
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus,
dan Pendidikan Layanan Khusus
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: https://smk.dikdasmen.go.id
X: https://x.com/direktoratsmk
Instagram: instagram.com/direktoratsmk
Facebook: facebook.com/direktoratsmk
YouTube: Direktorat SMK - Kemdikdasmen
Layanan informasi resmi Direktorat SMK: 08118649444
#SMKBisaSMKHebat
#SMKBermutuUntukIndonesia
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah