Pasuruan - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan Teaching Factory (TeFa) di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Peresmian ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis praktik nyata melalui kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Teaching Factory diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, relevan dengan kebutuhan industri, serta berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21. Model Teaching Factory yang selama ini menjadi keunggulan pendidikan vokasi di SMK kini terus dikembangkan dan diperluas penerapannya lintas satuan pendidikan sebagai bagian dari agenda transformasi pendidikan menengah.
.jpeg)

Penguatan Teaching Factory di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memiliki kekhasan serta kesiapan ekosistem, merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang adaptif terhadap dinamika global. Peningkatan kapasitas SMK yang dapat berperspektif global, lanjut Fajar, diarahkan untuk memperkuat daya saing lulusan agar mampu berkiprah di tingkat internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan standar kompetensi, penerapan sertifikasi berorientasi global, pengembangan kemitraan dengan industri multinasional, serta penguasaan teknologi dan bahasa asing.
“Penguatan SMK bukan semata-mata tentang bekerja ke luar negeri, melainkan menghadirkan standar global di sekolah-sekolah kita. Teaching Factory seperti yang diresmikan hari ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya mutu, produktivitas, dan kewirausahaan berkelas dunia” terangnya.
Dalam keterangannya Senin (12/1/2026), Fajar menyampaikan bahwa Teaching Factory menjadi sarana penting untuk menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai etos kerja, kemampuan memecahkan masalah, kolaborasi, serta inovasi. Inisiatif SMK Muhammadiyah 1 Pandaan dinilai sejalan dengan kebijakan link and match yang terus diperkuat Kemendikdasmen.

Menurut Fajar, penguatan SMK tidak semata-mata berorientasi pada penempatan kerja di luar negeri, melainkan pada upaya menghadirkan standar global di lingkungan sekolah. Teaching Factory menjadi fondasi penting dalam membangun budaya mutu, produktivitas, dan kewirausahaan berkelas dunia.
Ia juga mengapresiasi peran aktif sekolah swasta, termasuk jaringan Muhammadiyah, yang dinilai konsisten berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperluas akses pendidikan bermutu.
Fajar menekankan pentingnya partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah, sekolah swasta, dunia industri, dan masyarakat menjadi kunci percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Teaching Factory SMK Muhammadiyah 1 Pandaan diharapkan dapat berkembang sebagai pusat pembelajaran berbasis produksi dan jasa yang tidak hanya mendukung proses pendidikan, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan, memperluas kerja sama industri, serta menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain untuk melakukan inovasi serupa.

Sumber: Rakyat Merdeka
Sumber Foto: SMK Muhammadiyah 1 Pandaan
Editor: Elva Lestari
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus,
dan Pendidikan Layanan Khusus
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: https://smk.kemendikdasmen.go.id
X: https://x.com/direktoratsmk
Instagram: instagram.com/direktoratsmk
Facebook: facebook.com/direktoratsmk
YouTube: Direktorat SMK - Kemdikdasmen
Layanan informasi resmi Direktorat SMK: 08118649444
#SMKBisa
#SMKHebat
#SMKBisaSMKHebat
#SMKBermutuUntukIndonesia
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah