Sumedang, Jawa Barat, 26 Januari 2026
- Manfaat nyata program revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan
pendidikan penerima. Sebagaimana yang dirasakan Kepala SMK Bina
Nusantara, Moch. Ikbal Amiludin. Ia bercerita bahwa sebelum ini, sekolah
tidak memiliki gedung sendiri dan harus menumpang di sekolah lain,
sehingga proses pembelajaran dan praktik sangat terbatas. Melalui
bantuan revitalisasi senilai Rp1,07 miliar berupa tiga ruang kelas baru,
kegiatan belajar mengajar kini dapat berjalan lebih optimal dan
disambut antusias oleh para siswa.
“Respons anak-anak sangat
antusias sekali. Bahkan beberapa ada yang mengunggah di media sosial
mereka. Mereka semangat karena mempunyai kelas dan fasilitas baru,
seperti kursi dan meja. Anak-anak sangat berterima kasih sekali,” ungkap
Ikbal, Sabtu (24/1).
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Plus
Al-Ittihad Selaawi, Rahmalia Khoeronisa Azhar, yang menerima bantuan
revitalisasi berupa rehabilitasi tiga ruang kelas dan pembangunan ruang
UKS dengan total nilai Rp668 juta. Ia menuturkan bahwa kondisi ruang
kelas sebelumnya sudah tidak layak, dan revitalisasi ini membawa
perubahan signifikan.
“Guru dan siswa merasa lebih aman, nyaman,
dan kondusif saat melakukan pembelajaran di kelas. Secara tidak
langsung, hal ini juga menumbuhkan disiplin siswa, bagaimana cara mereka
menjaga amanah yang telah Bapak Presiden berikan kepada sekolah kami,”
jelas Rahmalia.
Sementara itu, Plt. Kepala TK PERSIS
Sumedang, Luthfi Muhammad Ihsan, menjelaskan bahwa pembangunan Unit
Sekolah Baru (USB) TK sangat membantu pemerataan layanan pendidikan anak
usia dini. Sebelumnya, kegiatan pembelajaran TK masih menumpang di
sekolah lain dengan fasilitas terbatas. Kini, sekolah memiliki ruang
kelas dan fasilitas pendukung yang lebih lengkap.
Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen
untuk terus mendorong revitalisasi satuan pendidikan dan pembangunan
sekolah baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan
pendidikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Melalui
penyediaan sarana dan prasarana yang layak sejak pendidikan anak usia
dini hingga pendidikan menengah, Kemendikdasmen mendorong terciptanya
ekosistem pembelajaran yang aman dan bermutu.
Upaya tersebut ditandai dengan peresmian hasil revitalisasi sekolah jenjang TK hingga SMA/SMK di wilayah Jawa Barat oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat.
Dalam sambutannya, Wamen Atip menegaskan
bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari
upaya untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang
layak, aman, dan berkualitas. “Ini merupakan program yang sangat
strategis dari Presiden Republik Indonesia, yaitu untuk menjamin
tersedianya sarana pendidikan yang berkualitas. Itu adalah salah satu
elemen penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,” ucap Wamen
Atip di Sumedang, Sabtu (24/1).
Ia juga berpesan agar seluruh
satuan pendidikan penerima manfaat dapat memanfaatkan serta memelihara
hasil revitalisasi secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan dalam
jangka panjang oleh peserta didik, pendidik, dan masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya program ini, sarana pendidikan menjadi
layak dan memadai. Itu dapat meniadi modal dan dorongan bagi semua pihak
untuk melahirkan pendidikan yang bermutu,” ucapnya.
Wakil
Bupati Sumedang, Fajar Aldila, menyampaikan apresiasi kepada
Kemendikdasmen atas perhatian, dukungan, dan komitmen nyata terhadap
peningkatan mutu pendidikan di daerah Sumedang. Ia menilai revitalisasi
dan pembangunan sekolah yang dilakukan Kemendikdasmen sebagai langkah
strategis dalam memperluas akses layanan pendidikan yang layak dan
berkualitas.
“Kami meyakini bahwa ketersediaan sarana dan
prasarana yang memadai akan sangat menunjang proses belajar mengajar
serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif
bagi peserta didik dan para pendidik,” pungkas Wakil Bupati Fajar.*** (Penulis: Uly/Editor: Denty A., Seno H./Dokumentasi: Nurlaili)
Sumber: Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah